Sunday, April 22, 2012

Kunjungan Pertama The Beatles di Amerika Serikat (1964)




The Beatles menjadi terkenal di Amerika Serikat pada tanggal 7 Februari 1964 sebagai perkembangan yang sangat signifikan dan salah satu yang paling sukses dalam sejarah The Beatles. Selain membentuk keunggulan internasional, The Beatles juga merubah sikap untuk musik populer di Amerika Serikat. Kedatangan The Beatles di Amerika sendiri dijuluki sebagai "The Night That Change America", pertanyaannya kenapa bisa sampai begitunya merubah Amerika?. Setelah datangnya The Beatles, muncul lah band-band baru, musisi-musisi baru yang ingin mengikuti trend musik yang di mulai oleh The Beatles di Amerika ini. Juga, mereka membuka gerbang pintu musik dari Inggris ke Amerika yang di sebut sebagai "British Invasion". Tidak hanya The Beatles, banyak beberapa band Inggris lainnya seperti The Animals, The Kinks, The Who, The Rolling Stones yang juga sukses di Amerika. Karena itulah, The Beatles disebut sebagai salah satu band yang sangat berpengaruh bagi music culture di Amerika. Tanpa mereka, tidak banyak band hebat di Amerika yang akhirnya membuat musik itu sendiri berevolusi.

Kunjungan pertama The Beatles di Amerika Serikat pada saat popularitasnya sedang besar di Inggris. Awal popularitas The Beatles di AS terjadi pada awal tahun 1964 yang ditandai oleh permintaan untuk single "I Wanna Hold Your Hand" yang dijual satu setengah juta kopi yang terhitung pada tanggal 7 Februari tersebut atau 3 minggu setelah single tersebut dirilis di Amerika Serikat. Selain itu single ini diiklankan di seluruh AS pada yang terhitung semuanya ada 5 juta poster. Hal ini adalah saat yang menentukan dalam sejarah The Beatles, dan titik tolak dari British Invasion.

Meskipun The Beatles mendapat popularitas yang bagus di tangga lagu Inggris, EMI Records di Amerika Serikat, Capitol Records, menolak untuk mengeluarkan single "Please Please Me" dan "From Me To You". Art Roberts, direktur music populer dari radio WLS Chicago, menempatkan "Please Please Me" ke dalam playlist radio di bulan Februari 1963 tapi tidak pernah dimainkan juga. Pada akhir 1963 bisa dibilang pertama kalinya Beatles terdengar di radio Amerika. Pada bulan Agustus 1963, Swan Records merilis "She Loves You", yang juga dapat dibilang gagal di dalam pasar musik Amerika. Sebuah pengujian lagu di acara TV Amerika Bandstand, The Beatles mendapatkan tawa dari banyak remaja Amerika ketika mereka melihat gaya rambut khas The Beatles. Pada awal November 1963, Brian Epstein membujuk Ed Sullivan menyajikan The Beatles pada acaranya pada bulan Februari dan membuat kontrak rekaman dengan Capitol Records. Capitol berkomitmen untuk rilis pertengahan Januari "I Wanna Hold Your Hand". Tetapi pada tanggal 10 Desember 1963 berita singkat dari Inggris tentang fenomena Beatlemania ditunjukkan oleh CBS Evening News. Segmen ini pertama ditayangkan di CBS Morning News pada tanggal 22 November dan semula dijadwalkan akan diulang pada Evening News hari itu, tapi program di sore dibatalkan karena pembunuhan Presiden John F. Kennedy pada pagi harinya.

Acara CBS Evening News menginspirasikan seorang remaja bernama Marsha Albert yang tinggal di Silver Spring, Maryland untuk menulis sebuah surat untuk Carroll James, seorang disc jockey di stasiun radio WWDC di kota Washington DC, Marsha meminta Caroll untuk memasang lagu rekaman The Beatles. Ternyata, Carroll James juga sudah melihat berita tentang The Beatles dan mulai meminta temannya untuk mendapatkan rekaman single The Beatles terbaru yaitu "I Want to Hold Your Hand" dan langsung dikirim ke Washington DC. Pada 17 Desember, rekaman tersebut langsung diputar, Stasiun radio itu langsung mendapat respon positif dari para pendengar, dengan meningkatnya pemutaran lagu tersebut, Capitol Records dibuat sadar oleh respon para pendengar yang luar biasa. Direktur Capitol Records Alan W. Livingston memutuskan untuk mengambil untung dan merilisnya pada 26 Desember 1963, atau tiga minggu lebih cepat dari yang diputuskan pada awalnya.

Beberapa radio di kota New York mulai memasang single 
“I Want to Hold Your Hand” pada hari peluncurannya. Respon yang postif muncul dimana-mana. Rekaman tersebut terjual satu juta kopi hanya dengan 10 hari dan pada tanggal 16 Januari 1964 Majalah Cashbox mensertifikasi lagu itu ke tangga lagu nomer 1 untuk minggu itu setelah menduduki selama 3 minggu di Top 100 Charts.

Pada tanggal 4 Februari 1964, Brian Epstein, manager The Beatles, memberi tahu The Beatles saat sarapan pagi di Hotel yang berada di kota Paris, Perancis setelah mereka tur di Olympia Theater. Rekaman mereka di Amerika sudah terjual sebanyak satu juta kopi dan The Beales akan terbang menuju Amerika. Hal ini menurut The Beatles sangatlah tidak terduga. Pada keesokan harinya mereka menuju London Airport dari Bandara Le Bourget, Paris. Kedatangan mereka di London disambut oleh ratusan fans yang histeris dan setelah itu diadakan jumpa pers di bandara tersebut. ketika The Beatles belum berangkat ke Amerika, seorang reporter Inggris, June Harris mewawancarai John Lennon dan George Harrison.
John: It's going to be fab! I know we're not going to have much time to do anything, but I shall still buy stacks of records. None of us is nervous about our personal appearances or anything like that. The Americans are just going to get exactly the same as the British, French and the rest of them. June Harris: Will you have any baggage problems? George: Not as far as our equipment it concerned. We're not taking our amplifiers, and Ringo's not taking his drum kit. We've been promised the use of everything we need over there.
The Beatles Off The Record Keith Badman
Pada hari The Beatles memulai "invasi"-nya ke Amerika Serikat, Pesawat Boeing 707, Pan Am dengan nomor penerbangan 101, meninggalkan London pada pagi hari tanggal 7 February 1964 terbang menuju New York City.
All we knew was that a couple of the records had done well in the States. We believed there was still a huge mountain to climb if The Beatles were really to make it there.At Heathrow there was pandemonium. Thousands of fans had arrived from all over Britain and any ordinary passengers hoping to travel that day had to give up. Screaming, sobbing girls held up 'We Love You, Beatles' banners and hordes of police, linking arms in long chains, held them back. We were ushered into a massive press conference, where journalists, spotting me at the side of the room, demanded a picture of John and me together. To my surpirse John agreed. He was usually careful to keep Julian and me away from publicity, but this time, carried along by the momentum of the whole thing, he agreed.Minutes later we were ushered to the plane. At the top of the steps the boys waved to the packed airport terraces as the screams crescendoed.
Cynthia Lennon
Didalam pesawat ada Brian Epstein (Manager The Beatles), Neil Aspinall dan Mal Evans serta banyak Jurnalis dan Fotografer dari Inggris. Pesawat Pan Am flight 101, Boeing 707 mendarat di John F. Kennedy Airport tepatnya pada pukul 1.20 siang dan banyak sekali hal yang belum pernah dilihat sebelumnya.
It was so exciting. On the plane, flying in to the airport, I felt as though there was a big octopus with tentacles that were grabbing the plane and dragging us down into New York. America was the best. It was a dream, coming from Liverpool.
Ringo Starr - Anthology
Pada awalnya The Beatles susah untuk percaya bahwa resepsi di JFK untuk mereka.
There were millions of kids at the airport, which nobody had expected. We heard about it in mid-air. There were journalists on the plane, and the pilot had rang ahead and said, 'Tell the boys there's a big crowd waiting for them.' We thought, 'Wow! God, we have really made it.
Paul McCartney - Anthology

Ada lebih dari 5000 fans, rata-rata perempuan, memenuhi sampai balkon diatas gedung kedatangan bandara. Melambaikan plakat dan spanduk untuk menyelamat datang kan grup asli Liverpool tersebut. Sekitar 200 reporter, fotografer dan kameramen dari radio, televisi dan pers juga datang berteriak-teriak untuk mendapatkan perhatian dari The Beatles.
It has since been reported that their American record company had promised that every person who turned up at the airport would be given a dollar bill and a t-shirt. What really happened was that the receptionists at Capitol Records would answer the phone, 'Capitol Records - The Beatles are coming.' There was a lot of mention on the radio, too: 'The Beatles are coming!' It was the people handling the Beatles merchandise at the time who were offering the free t-shirt. I had no idea about that at the time, and it was nothing to do with the record company.
Neil Aspinall - Anthology
Seltaeb adalah organisasi resmi The Beatles merchandise yang dijalankan oleh Nicky Byrne, yang juga telah disetujui oleh Brian Epstein untuk mengawasi dan mengumpulkan royalti untuk non-musik produk grup di Amerika. Mereka melihat sebuah waktu yang tepat untuk mencari untung dan mereka juga telah membuat kesepakatan dengan stasiun radio WMCA dan WINS, di mana setiap penggemar yang muncul di JFK akan diberikan satu dolar dan Beatles t-shirt gratis. Tanpa diketahui Byrne, Capitol juga mengatur poster dan stiker mobil, Bantal 'The Beatles are coming’, juga akan didistribusikan di New York City.
Murray K, seorang DJ di stasiun radio 1010 WINS, telah mengumumkan rincian nomor penerbangan The Beatles dan waktu kedatangan. Informasi itu juga diulang oleh stasiun WABC dan WMCA, yang hanya meningkatkan situasi yang sudah panas.
Di JFK, The Beatles mengadakan konferensi pers pertama mereka di Amerika.


Q: Are you a little embarrassed by the lunacy you cause?
John Lennon: No, it's great.
Paul McCartney: No.
Ringo Starr: Marvelous.
George Harrison: We love it.
John: We like lunatics.
Q: You're in favor of lunacy?
The Beatles: Yeah.
John: It's healthy.
Q: Are those English accents?
George: It's not English. It's Liverpudlian, you see.
Paul: The Liverpool accent - so, the way you say some of the words. You know, you say GRASS instead of GRAHHSS, and that sounds a bit American. So there ya go.
Q: Liverpool is the...
Ringo: It's the capital of Ireland.
Paul: Anyway, we wrote half of your folk songs in Liverpool.
Ringo: Yeah, don't forget!
Q: In Detroit Michigan, there handing out car stickers saying, 'Stamp Out The Beatles.'
Paul: Yeah well... first of all, we're bringing out a 'Stamp Out Detroit' campaign.
Q: What about the Stamp Out The Beatles campaign?
John: What about it?
Ringo: How big are they?
Q: Would you tell Murray the K to cut that crap out?
The Beatles: Cut that crap out!
Paul: Hey, Murray!
Q: A psychiatrist recently said you're nothing but a bunch of British Elvis Presleys.
John: He must be blind.
Ringo (shaking like Elvis): It's not true! It's not true!
Q: Would you please sing something?
The Beatles: No!
Ringo: Sorry.
Q: There's some doubt that you can sing.
John: No, we need money first.
Q: What do you expect to take out of this country?
John Lennon: About half a crown.
Ringo Starr: Ten dollars.
Q: Does all that hair help you sing?
Paul McCartney: What?
Q: Does all that hair help you sing?
John: Definitely. Yeah.
Q: You feel like Sampson? If you lost your hair, you'd lose what you have? 'It'?
John: Don't know. I don't know.
Paul: Don't know.
Q: How many of you are bald, that you have to wear those wigs?
Ringo: All of us.
Paul: I'm bald.
Q: You're bald?
John: Oh, we're all bald, yeah.
Paul: Don't tell anyone, please.
John: I'm deaf and dumb, too.
Q: Do you know American slang? Are you for real?
Paul: For real.
John: Come and have a feel.
Q: Aren't you afraid of what the American Barbers' Association is going to think of you?
Ringo: Well, we run quicker than the English ones, we'll have a go here, you know.
Q: Listen, I got a question here. Are you going to get a haircut at all while you're here?
The Beatles: No!
Ringo: Nope.
Paul: No, thanks.
George Harrison: I had one yesterday.
Ringo: And that's no lie, it's the truth.
Paul: It's the truth.
Q: You know, I think he missed.
John: Nope.
George: No, he didn't. No.
Ringo: You should have seen him the day before.
Q: What do you think your music does for these people?
Paul: Er...
John: Hmm, well...
Ringo: I don't know. It pleases them, I think. Well, it must do, 'cause they're buying it.
Q: Why does it excite them so much?
Paul: We don't know, really.
John: If we knew, we'd form another group and be managers.
Q: What about all this talk that you represent some kind of social rebellion?
John: It's a dirty lie. It's a dirty lie.
Q: What do you think of Beethoven?
Ringo: Great, especially his poems. (Muttering to the others) I'm sick of that one.
Q: Have you decided when you're going to retire?
John: Next week.
Paul: No.
John: No, we don't know.
Ringo: We're going to keep going as long as we can.
George: When we get fed up with it, you know. We're still enjoying it.
Ringo: Any minute now.
Q: After you make so much money, and then...
The Beatles: No.
George: No, as long as we enjoy it, we'll do it. 'Cause we enjoyed it before we made any money.



Setelah konferensi pers, The Beatles diminta untuk menyebutkan nama mereka masing dalam urutan di mana mereka berdiri di mikrofon, sebagian nama individu mereka masih belum diketahui oleh pers di Amerika. Saat meninggalkan JFK Airport, Paul McCartney, George Harrison and Ringo Starr naik ke limosin, sedangkan John and Cynthia Lennon naik mobil yang berbeda. Brian Epstein, Neil Aspinall dan Mal Evans harus naik taksi untuk bisa ke hotel mereka di Manhattan.
I remember, for instance, the great moment of getting into the limo and putting on the radio, and hearing a running commentary on us: 'They have just left the airport and are coming towards New York City...' It was like a dream. The greatest fantasy ever.
Paul McCartney - Anthology
Dalam perjalanan dari Airport JFK yang letaknya ada di Brooklyn, The Beatles di kawal oleh beberapa mobil polisi dan beberapa mobil milik jurnalis. Dalam perjalanannya sendiri juga dapat dilihat di kiri dan di kanan dipenuhi oleh masyarakat kota New York itu sendiri, mereka berusaha mendekati mobil mereka tetapi di halangi oleh polisi yang bekerja keras agar The Beatles tetap aman, bahkan ada 20 polisi yang berada di atas kuda. Teriakan dan sambutan di luntarkan oleh fans-fans mereka yang rata-rata merupakan perempuan dan masih muda, mereka juga tidak pernah menyangka bahwa mereka bisa sampai di sambut layaknya iring-iringan Presiden Amerika itu sendiri. The Beatles sampai di Hotel Plaza Manhattan, yang letaknya di Midtown Manhattan. 

Pada malam itu juga, The Beatles mengundang banyak orang untuk datang ke kamar mereka yang letaknya di President Suite lantai 12. Orang yang di undang mereka adalah The Ronettes, Murray the K dan kakak perempuan George, Louise Harrison yang tinggal di Illinois. Pada pukul 6 sore, The Beatles mendapat telepon dari Radio BBC untuk menginterview mereka untuk acara besok harinya.

                                                              -- To Be Continued--

                                  

Monday, March 12, 2012

The Apple Boutiques


The Apple Boutiques



Salah satu dari bisnis pertama oleh The Beatles' Apple Corps adalah the Apple Boutique yang dibuka pada 7 Desember 1967. Toko tersebut terletak di 94 Baker Street, London.
Konsep dari butik tersebut pastinya barang-barang untuk dijual. Paul McCartney mendeskripsikan toko tersebut adalah tempat yang indah dimana orang yang indah dapat membeli barang-barang yang indah. Mereka menjual pakaian-pakaian, aksesoris, topi, lukisan, sampai dijual gitar dengan gaya Psychedelic


Design Company yang diketahui bernama The Fool adalah perusahaan yang dipercayai oleh The Beatles. Mereka diberi £100,000 untuk mendesain, mengisi stok barang dan mendekorasi bangunan. Salah satu dari desainer The Fool, Barry Finch membayar beberapa murid seni untuk menggambar dan mewarnai sebuah gambar Psychedelic sepanjang bangunan dari tanggal 10 sampai 12 November 1967. Dewan Westminster ternyata tidak memberi izin atas toko ini, tetapi The Fool tetap memaksa. Jadi bisnis ini gak resmi walaupun ditempat yang cukup resmi.


Apple Store dengan Cat Putih


Dua minggu kemudian saat pembukaan, hanya John dan George yang hadir dalam upacara pembukaannya. Lalu mereka mendapat banyak komplain dari masyarakat lokal untuk mengecat ulang dengan warna aslinya "Putih". Hal ini adalah masalah pertama yang dihadapi oleh Apple.


Butik ini dipegang oleh teman sekolah John Lennon, Pete Shotton dan Kakaknya Pattie Harrison, Jenny. Ternyata, selama 8 bulan tersebut, terjadi kegagalan saat mengkomersialnya dan lalu ditutup. Pada saat single Hey Jude/Revolution keluar, pernah ditulis "HEY JUDE" lalu ada beberapa orang yang tersinggung karena "JUDE" artinya 'Yahudi' dalam bahasa Jerman. Tidak sedikit dari warga lokal mulai memecahkan jendela toko dengan batu karena kesalah pahaman tersebut. Paul McCartney meminta maaf kepada rakyat London atas tulisan tersebut.


Pencurian di toko adalah masalah utama bangkrutnya toko ini, bukannya pencuri dari luar, tetapi Staff dan pelanggannya tersebut yang sering mencuri karena keamanan yang sangat minim. Butik kehilangan hampir £ 200.000 dengan sebagian besar saham dicuri oleh stafnya. The Beatles akhirnya memberikan saham toko yang tersisa ketika Apple Boutique ditutup pada tanggal 31 Juli 1968


94 Baker Street dipakai sebagai markas sementara untuk Apple Corps karena kantor mereka di 3 Savile Row sedang dipersiapkan untuk menjadi Studio The Beatles pada sesi Let It Be.




Video dibawah menunjukan sebuah Film tahun 1968 yang diambil gambarnya didalam Butik Apple tersebut. Di meja kasir anda juga dapat melihat Magical Mystery Tour EP yang agak tersembunyi.



Video dibawah adalah video yang diambil saat pembukaan The Apple Boutique pada tanggal 7 Desember 1967. Hanya John dan George yang hadir karena Paul sedang ada acara lain dan Ringo sedang shooting Film.







Friday, March 2, 2012

Revolver (1966)



Revolver adalah album ketujuh The Beatles, diterbitkan pada 5 Agustus 1966 (UK) dan 8 Agustus 1966 (US) dengan label Parlophone dan produsernya George Martin. Album ini direkam di EMI Studio, Abbey Road, London dari tanggal 6 April sampai 22 Juni 1966. 
Album ini mencapai peringkat 1 di tangga UK dan AS dan bertahan pada Top Spot selama enam minggu dan tujuh minggu. Lalu, album ini juga menduduki nomor 1 sebagai All-Time Top 1000 Albums dan menduduki peringkat nomor 3 di 500th Best Albums All The Time oleh majalah Rolling Stones.



Pintu Gerbang Menuju Era Psychedelic


Sesi Album Revolver
Album ini disebut-sebut sebagai "Pintu Gerbang" The Beatles ke era selanjutnya yaitu, Era Psychedelic yang memunculkan lagu-lagu seperti "Strawberry Fields Forever" "Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band" dan "I Am Walrus". Dari mulai hitungan "One, Two, Three, Four" sampai klimaks Tomorrow Never Knows, Revolver mengumumkan secara tidak langsung bahwa Beatles yang "lama" sudah tidak ada lagi, rambut moptop-pun sudah tumbuh dan mereka sudah mendorong lagu-lagu dengan menggunakan banyak 'effect' yang dibuat di studio.




Kecanduannya dengan Narkotika

John Lennon dan Paul McCartney sudah mulai kecanduan bermacam-macam narkoba seperti Kokain, LSD dan Rokok Marijuana dalam pembuatan lagu-lagu di album ini, seperti lagu "Got To Get You Into My Life" Paul menceritakan bahwa ia telah kecanduan dengan Marijuana dan lagu "Tomorrow Never Knows", John sedang dalam keadaan teler karena obat-obatan terlarang. Menurut mereka pemakaian narkoba untuk pembuatan lagu sebetulnya untuk memperlancar kerja otak mereka saat ingin menulis lagu.




Inovasi Baru

John Lennon baru saja menemukan effect baru yang mereka semua menyukai, yaitu Backwards atau mundur kalau di bahasa indonesia. Di album ini ditemukan banyak suara yang secara sengaja di Backwards, seperti gitar solo dari lagu I'm Only Sleeping, Tomorrow Never Knows dan lagu di luar album "Rain" (1966) yang suara vokalnya di backwards.



Cover Album dan Judul Album


Klaus Voormann
Klaus Voormann, adalah orang yang mendesain cover album tersebut, Ia adalah teman The Beatles saat mereka masih di Hamburg, Jerman. Klaus adalah seniman dan bassist (Yang setelah The Beatles bubar, ia sering menjadi bassist-nya John Lennon). Klaus menambah foto-foto yang di kolase (potongan-potongan gambar) yang dia minta dari Fotografer Beatles, Robert Whitaker yang foto-foto tersebut diambil sekitar tahun 1964 sampai 1966.



sketsa yang dibuat Klaus


Arti Revolver tersendiri adalah pistol yang Revolving (gerakan memutar)1 yang menggambarkan Vinyl yang berjalan mundur. Pada awalnya, mereka menamai album ini bernama Abracadabra sampai diketahui sudah ada band lain yang sudah memakai nama ini. Selain itu, Lennon menyarankan judulnya Four Sides of the Eternal Triangle. Dengan candaan Ringo Starr menyarankan After Geography yang memparodikan setelah The Rolling Stones mengeluarkan album Aftermath. Selain itu, saran untuk judul album ini Magic Circles, Beatles on Safari, Pendulum, dan akhirnya nama Revolver ini muncul saat mereka sedang di kamar Hotel Hilton, Tokyo dan setelah itu mereka semua melukis sebuah gambar Psychedelic bergambarkan sebuah pistol Revolver.


1. "Gerakan Memutar" ralat dari Irfan, Terima kasih irfan:) 


Daftar Lagu__________________________________________________________________________
  1. "Taxman" – 2:39
  2. "Eleanor Rigby" – 2:07
  3. "I'm Only Sleeping" – 3:01
  4. "Love You To" – 3:01
  5. "Here, There and Everywhere" – 2:25
  6. "Yellow Submarine" – 2:40
  7. "She Said She Said" – 2:37
  8. "Good Day Sunshine" – 2:09
  9. "And Your Bird Can Sing" – 2:01
  10. "For No One" – 2:01
  11. "Doctor Robert" – 2:15
  12. "I Want to Tell You" – 2:29
  13. "Got to Get You into My Life" – 2:30
  14. "Tomorrow Never Knows" – 2:57

Rating for This Album by admin @beatlesindo: (9/10)


Ini adalah 4 lagu yang admin pilih yang cukup menonjol di album ini :)


1. Taxman (2:39) ditulis oleh George Harrison


Lagu ini direkam pada 20-22 April, di dubbing 16 May dan di edit pada 21 Juni 1966. Menurut orang-orang lagu ini adalah lagu pertama yang ditulis oleh George yang mendapat harapan baik sebagai lagu yang "Menonjol" di album ini, yang bisa sepadan dengan lagu karangan Lennon/McCartney. Lagu ini terinspirasi oleh Theme Song Batman Animated Series di tahun 1960-an, dan George adalah penggemar acara ini. Dibalik lagu ini ternyata terdapat sebuah kejadian yang pada waktu itu Tax (Pajak) sangat tinggi. Lagu ini-pun dibuat untuk menyindir pemerintah Inggris yang memberikan pajak hampir 90% untuk orang-orang kaya seperti Beatles. "Mr. Heath dan Mr. Wilson" yang disebutkan dalam lagu adalah Perdana Mentri Inggris Harold Wilson dan Edward Heath yang menentukan pajak pada waktu itu. Di lagu ini, Paul McCartney berperan sebagai pemain Lead Guitar (beserta Gitar Solo-nya) dan beberapa Bassline.








5. Here There and Everywhere (2:25) ditulis oleh Paul McCartney (Dominan)


Paul McCartney menulis lagu ini ketika ia sedang bersantai di kolam renang John Lennon. Lagu ini terinspirasi oleh lagu The Beach Boys "God Only Knows." John Lennon dan Paul McCartney menyebutkan lagu ini sebagai salah satu lagu Beatles yang paling underrated. Pada tahun 2005 saat diwawancara, McCartney mengatakan bahwa dari semua lagu yang ditulisnya, ini adalah favoritnya. McCartney mengambil banyak inspirasi sejak ia mulai berkencan dengan aktris Jane Asher. Di dalam lagu ini, ia menceritakan bahwa ia dan Asher sering berpisah, Paul pergi untuk tur konser dan Asher sering pergi untuk shooting filmnya, lalu di dalam tur itu Paul sering membayangkan saat-saat mereka berpacaran :3 sebetulnya, pada tahun 1965 sudah dirasakan hubungan mereka sudah mulai runtuh, dan di hubungan itulah yang menginspirasikan Paul untuk mengarang banyak lagu seperti I'm Looking Through You, You Won't See Me di album Rubber Soul dan lagu Here There and Everywhere, dan For No One di album Revolver.





6. Yellow Submarine (2:40) ditulis oleh Paul McCartney (Vokal oleh Ringo)


Paul McCartney menulis yang lagu ini. Dia menjelaskan setelah album ini dirilis pada tahun 1966: 'Yellow Submarine' "Sangat sederhana tapi sangat berbeda, karena lagu ini  adalah lagu menyenangkan, lagu anak-anak. Pada suatu malam dan aku berpikir jika kita memiliki lagu anak-anak, akan sangat menyenangkan apabila kita berada di sebuah kapal selam kuning dimana semua teman-teman bernyanyi bersama-sama". Paul sengaja menggunakan kata-kata pendek dalam lirik karena ia ingin anak-anak untuk bernyanyi bersama dengan kata-kata yang mudah. Ringo bermain sebagai Lead Vocal dan Drum di lagu ini. Menurut Lennon, Ringo cocok untuk bernyanyi di lagu-lagu beatles yang ringan seperti Act Naturally (Help!), Octopus's Garden (Abbey Road). Mereka mencampurkan banyak Sound Effect di lagu ini, seperti suara gelembung, ombak, dan lain-lain. Background Vocal ternyata diisi oleh banyak kerabat Beatles selain John, Paul, George dan Ringo, Mal Evans, Neil Aspinall, George Martin,Alf Bicknell, Geoff Emerick, Brian Jones (The Rolling Stones), Marianne Faithful (Pacarnya Mick Jagger) dan Pattie Harrison. Saat McCartney sedang menulis liriknya ia sempat bingung, lalu ia bertanya kepada musisi lain yaitu Donovan. Ia merekomendasikan 'Sky of blue, and sea of green". Karena lirik tersebut Donovan diajak The Beatles ke India bersama pada tahun 1968. Pada tahun 1968 awal, Mereka membuat film kartun anak-anak dengan genre "Psychedelic Cartoon" dengan judul "Yellow Submarine".






14. Tomorrow Never Knows (2:57) Ditulis oleh John Lennon


John Lennon menulis lagu ini dan mendeskripsikan bahwa lagu ini adalah lagu Psychedelic pertamanya. Lagu ini terinspirasi dari sebuah buku oleh Timothy Leary dan Richard Alpert, The Psychedelic Experience yang mana Lennon membacanya sambil "tripping" dengan LSD-nya. Lalu, Lennon juga terinspirasi dari buku Tibetan Book of Dead yang dibacanya juga sambil tripping LSD lalu menulis lagu ini. Vokalnya Lennon menggunakan 'Leslie' (revolving) speaker yang membuat suaranya aneh, Lennon menggunakan speaker tersebut agar suaranya mirip biarawan tibet yang sedang berbicara dari atas gunung. Ia hanya menggunakan satu kunci nada di vokalnya, yang membuat suaranya lebih 'Menghipnotis'. Lalu ia meminta George Martin agar suaranya mirip Dalai Lama. Didalamnya terdapat banyak sekali effect-effect yang dibuat oleh beatles, salah satunya suara tape loops dan suara-suara goresan dari tape yg digoreskan dengan pensil. George melakukan Backwards Solo di lagu ini dua kali, yang setiap solo-nya tidak lah gampang.